Perjalanan Yayasan Daya Pertiwi (YDP) di Nusa Penida dan Bali Timur (1980–2015)
Dimana Manusia dan Alam Saling Menyembuhkan
Dari Bukit Kering Menuju Harapan Hijau: Bagaimana Nusa Penida Berkembang Melalui Visi YDP
Pada tahun 1980-an, Nusa Penida adalah pulau kering dan berbatu tempat para petani berjuang untuk bertahan hidup. Air langka, tanahnya tipis, dan hutan hampir punah. Namun pada tahun 1986, sebuah revolusi diam-diam dimulai—dipimpin oleh Yayasan Daya Pertiwi (YDP) bersama para ilmuwan berdedikasi dari Universitas Udayana, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, dan mitra dari Belanda, Jerman, dan Uni Eropa.
Bersama-sama, mereka memperkenalkan Sistem Agroforestri Tiga Lapisan, sebuah gagasan sederhana namun ampuh:
“Tanam kehidupan berlapis-lapis — dari rumput hingga pepohonan — sehingga setiap akar, daun, dan setetes hujan bekerja sama.”
Selama dua dekade berikutnya, YDP membantu mengubah perbukitan kapur tandus menjadi hutan hidup yang dipenuhi bunut (pohon ara), jati, mahoni, dan spesies penghasil buah. Para petani belajar cara menanam tanaman pakan ternak sepanjang tahun, memulihkan kesuburan tanah, dan memperoleh pendapatan dari produk berkelanjutan.
Pada tahun 2006, dunia memperhatikannya. Karya YDP memenangkan Energy Globe Award, salah satu penghargaan lingkungan paling bergengsi di dunia, yang mengakui Nusa Penida sebagai simbol harapan ekologis.
Kini, warisan itu terus berlanjut. Pendekatan yang sama yang memulihkan Nusa Penida kini berkembang pesat di Jawa Timur dan Indonesia Timur (NTT) — membuktikan bahwa ketika manusia dan alam bekerja sama, ketahanan iklim bukanlah mimpi, melainkan sebuah cara hidup.![]()
Fase Awal (1980-an–1990-an): Rehabilitasi Ekologis dan Integrasi Peternakan–Agro
Inisiasi: Awal 1980-an
Kemitraan: Tim Tiga Strata yang dipimpin oleh Prof. I. M. Nitis, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana
Pendanaan: NOVIB (Belanda)
Fokus: Rehabilitasi lahan kering, pengembang-hijauan pakan ternak, dan sistem terpadu pohon-ternak-tanaman (Model Tiga Strata).
Intervensi inti dan spesies yang diperkenalkan:
Pembangunan Pedesaan Terpadu dan Pengelolaan Air (1990–2005)
| Periode | Judul Proyek | Donor/Mitra | Hasil Utama |
| 1991–1992 | Proyek Pembangunan Nusa Penida | NOVIB + Univ. Udayana | Rehabilitasi ekosistem lahan kering; integrasi pohon pakan ternak dan ternak. |
| 1993–1994 | Proyek Penyediaan Air dan Pertanian | BFDW (Jerman) + YDP | Pembangunan waduk, tangki, dan sistem irigasi tetes. |
| 1998–2000 | Proyek Perhutanan Sosial dan Air Minum | EZE (Jerman) | Lebih dari 300 waduk bawah tanah (cubang) dibangun; ribuan pohon ditanam. |
| 2001–2005 | Ekonomi Rakyat Nusa Penida | Hibah Blok Uni Eropa | Memperkuat koperasi pedesaan, kelompok simpan pinjam, dan klaster usaha mikro. |
Ekspansi Pasca 2005: Bali Timur dan sekitarnya
| Tahun | Proyek | Donor/Mitra | Area | Fokus |
| 2012–2013 | Air untuk Masyarakat Termiskin di Nusa Penida | ICCO (Belanda) | Nusa Penida | Sistem air tenaga surya berbasis masyarakat untuk rumah tangga terpencil. |
| 2014–2015 | Making Markets Work for Poor People & Value Chain Development | ICCO (Belanda) | Nusa Penida & Karangasem | Pengembangan kemitraan dan hubungan perdagangan yang adil. |
| 2014–2015 | Revitalizing Salarium in East Bali | ICCO (Belanda) | Karangasem | Menghidupkan kembali tambak garam (salarium), branding eco-garam, meningkatkan pendapatan perempuan. |
Transformasi Ekologis
Inovasi Ketahanan Air
Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Pengakuan dan Replikasi
Video arsip YDP (misalnya, 'Selamat Datang di Daya Pertiwi Bagian 2, 3, Meningkatkan Ekonomi di Nusa Penida dan Karangasem') mendokumentasikan kisah nyata: https://youtube.com/@dayapertiwi369
Video-video ini mencerminkan filosofi panduan YDP:
“Memberdayakan Masyarakat, Melindungi Alam.”
Pelajaran dari Nusa Penida membentuk misi YDP saat ini: mengembangkan model ekonomi hijau yang berwawasan iklim dan berbasis masyarakat di seluruh Bali, Jawa Timur, dan Indonesia Timur — mengintegrasikan agroforestri, ketahanan air, dan mata pencaharian berkelanjutan.![]()