Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, YDP pada tahun 2026 kembali melaksanakan monitoring tahunan terhadap sejumlah proyek Sistem Penjernih Air untuk Air Minum Masyarakat yang telah dihibahkan kepada masyarakat desa pada tahun 2021, 2023, dan 2024.
Kegiatan monitoring tidak hanya bertujuan untuk melihat kondisi dan keberlangsungan operasional unit penjernih air, tetapi juga mencakup konsultasi teknis, penguatan organisasi dan manajemen, serta upgrading training atau pelatihan lanjutan apabila diperlukan.
Sistem Penjernih Air yang diperkenalkan YDP dirancang sebagai teknologi yang ramah lingkungan dan relatif mudah dikelola oleh masyarakat. Sistem ini memanfaatkan proses alami dengan menggunakan udara dan sinar matahari, sehingga pengoperasian teknisnya dapat dilakukan oleh tenaga lokal yang telah mendapatkan pelatihan.
Sementara itu, aspek organisasi dan manajemen usaha dapat dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). dengan pendekatan tersebut, masyarakat desa diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, merawat, dan mengelola fasilitas secara mandiri dan berkelanjutan.
YDP melaksanakan monitoring dan konsultasi pada:
• 4 Agustus 2026 — Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto
|
|
• 5 Agustus 2026 — Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang
|
|
• 6 Agustus 2026 — Desa Pagergunung, Kabupaten Blitar
|
|
Dalam kunjungan ke Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto, Kepala Desa bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat mengusulkan agar YDP kembali memberikan upgrading training di bidang teknis maupun manajemen.
YDP menyambut baik usulan tersebut karena menunjukkan adanya komitmen masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan lokal dalam menjaga keberlanjutan program air minum yang telah dibangun.
Selain melanjutkan program penyediaan air minum masyarakat, YDP merencanakan untuk mengembangkan kegiatan yang lebih luas dalam bidang pelestarian keanekaragaman hayati dan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat.
Perhatian akan diberikan khususnya kepada pelestarian dan budidaya berbagai tanaman obat, umbi-umbian tradisional, serta pohon-pohon yang memiliki manfaat herbal dan nilai ekonomi.
Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan potensi yang sangat besar. Apabila dikelola secara tepat, pelestarian tanaman lokal tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah dan sumber pendapatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat perdesaan.
YDP melihat adanya peluang untuk membangun suatu pola kolaborasi yang menghubungkan petani, kelompok masyarakat, tenaga ahli atau lembaga penelitian, serta produsen obat herbal dan minyak herbal.
Melalui budidaya yang baik, pengolahan hasil, pengembangan produk, peningkatan kualitas, serta akses pasar, tanaman obat dan berbagai sumber daya hayati lokal diharapkan dapat memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi.
Dengan pendekatan tersebut, pelestarian keanekaragaman hayati dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi YDP dalam mengembangkan berbagai program tersebut adalah kebutuhan pendanaan yang cukup besar dan berkelanjutan.
Selama kurang lebih enam tahun terakhir, sebagian besar kegiatan organisasi dan pengembangan program YDP dilaksanakan secara mandiri melalui kontribusi pribadi Ketua dan anggota pengurus.
Seiring dengan rencana pengembangan kegiatan di bidang air minum masyarakat, pelestarian keanekaragaman hayati, tanaman obat, produk herbal, pengembangan usaha masyarakat, serta ekonomi hijau, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi semakin penting.
YDP membuka kesempatan untuk membangun kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga penelitian, dunia usaha, lembaga filantropi, lembaga pembangunan nasional maupun internasional, serta organisasi lain yang memiliki visi dan kepedulian yang sejalan.
Melalui kolaborasi tersebut, YDP berharap dapat mengembangkan berbagai program nyata yang mempertemukan pelestarian lingkungan, teknologi tepat guna, kewirausahaan lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan yang berkelanjutan.