Pilih bahasa       

NUSA PENIDA ISLAND


NUSA PENIDA ISLAND
Jumat, 24 Oktober 2025    Kisah

Dari Pulau Kering Menuju Komunitas Berkelanjutan

Perjalanan Yayasan Daya Pertiwi (YDP) di Nusa Penida dan Bali Timur (1980–2015)

1. Kisah Perubahan – Perjalanan Berdampak Nyata

 Dimana Manusia dan Alam Saling Menyembuhkan
 Dari Bukit Kering Menuju Harapan Hijau: Bagaimana Nusa Penida Berkembang Melalui Visi YDP

Pada tahun 1980-an, Nusa Penida adalah pulau kering dan berbatu tempat para petani berjuang untuk bertahan hidup. Air langka, tanahnya tipis, dan hutan hampir punah. Namun pada tahun 1986, sebuah revolusi diam-diam dimulai—dipimpin oleh Yayasan Daya Pertiwi (YDP) bersama para ilmuwan berdedikasi dari Universitas Udayana, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, dan mitra dari Belanda, Jerman, dan Uni Eropa.
Bersama-sama, mereka memperkenalkan Sistem Agroforestri Tiga Lapisan, sebuah gagasan sederhana namun ampuh:
“Tanam kehidupan berlapis-lapis — dari rumput hingga pepohonan — sehingga setiap akar, daun, dan setetes hujan bekerja sama.”

Selama dua dekade berikutnya, YDP membantu mengubah perbukitan kapur tandus menjadi hutan hidup yang dipenuhi bunut (pohon ara), jati, mahoni, dan spesies penghasil buah. Para petani belajar cara menanam tanaman pakan ternak sepanjang tahun, memulihkan kesuburan tanah, dan memperoleh pendapatan dari produk berkelanjutan.

Pada tahun 2006, dunia memperhatikannya. Karya YDP memenangkan Energy Globe Award, salah satu penghargaan lingkungan paling bergengsi di dunia, yang mengakui Nusa Penida sebagai simbol harapan ekologis.

Kini, warisan itu terus berlanjut. Pendekatan yang sama yang memulihkan Nusa Penida kini berkembang pesat di Jawa Timur dan Indonesia Timur (NTT) — membuktikan bahwa ketika manusia dan alam bekerja sama, ketahanan iklim bukanlah mimpi, melainkan sebuah cara hidup.



2. Rekam Jejak Historis YDP di Nusa Penida dan Bali Timur (1980–2015)

Fase Awal (1980-an–1990-an): Rehabilitasi Ekologis dan Integrasi Peternakan–Agro

Inisiasi: Awal 1980-an
Kemitraan:
Tim Tiga Strata yang dipimpin oleh Prof. I. M. Nitis, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana
Pendanaan:
NOVIB (Belanda)
Fokus:
Rehabilitasi lahan kering, pengembang-hijauan pakan ternak, dan sistem terpadu pohon-ternak-tanaman (Model Tiga Strata).

Intervensi inti dan spesies yang diperkenalkan:

  • Lapisan pohon: Gliricidia sepium (gamal), Leucaena leucocephala (lamtoro), Albizia falcataria (sengon), Acacia auriculiformis, Samanea saman, Tectona grandis (jati).
  • Lapisan semak & hijauan: Indigofera zollingeriana, Caliandra calothyrsus, Sesbania grandiflora, Pennisetum purpureum (rumput gajah).
  • Tanaman tanah: singkong, jagung, dan tanaman penutup tanah leguminosa untuk memulihkan kesehatan tanah.

Pembangunan Pedesaan Terpadu dan Pengelolaan Air (1990–2005)

PeriodeJudul ProyekDonor/MitraHasil Utama
1991–1992Proyek Pembangunan Nusa PenidaNOVIB + Univ. UdayanaRehabilitasi ekosistem lahan kering; integrasi pohon pakan ternak dan ternak.
1993–1994Proyek Penyediaan Air dan PertanianBFDW (Jerman) + YDPPembangunan waduk, tangki, dan sistem irigasi tetes.
1998–2000Proyek Perhutanan Sosial dan Air MinumEZE (Jerman)Lebih dari 300 waduk bawah tanah (cubang) dibangun; ribuan pohon ditanam.
2001–2005Ekonomi Rakyat Nusa PenidaHibah Blok Uni EropaMemperkuat koperasi pedesaan, kelompok simpan pinjam, dan klaster usaha mikro.


Ekspansi Pasca 2005: Bali Timur dan sekitarnya

TahunProyekDonor/MitraAreaFokus
2012–2013Air untuk Masyarakat Termiskin di Nusa PenidaICCO (Belanda)Nusa PenidaSistem air tenaga surya berbasis masyarakat untuk rumah tangga terpencil.
2014–2015Making Markets Work for Poor People & Value Chain DevelopmentICCO (Belanda)Nusa Penida & KarangasemPengembangan kemitraan dan hubungan perdagangan yang adil.
2014–2015Revitalizing Salarium in East BaliICCO (Belanda)KarangasemMenghidupkan kembali tambak garam (salarium), branding eco-garam, meningkatkan pendapatan perempuan.



3. Pencapaian dan Dampak Jangka Panjang

 Transformasi Ekologis

  • Ribuan hektar perbukitan kapur tandus diubah menjadi hutan rakyat.
  • Pohon yang ditanam: sengon, jati, akasia, gamal, lamtoro, kelapa, nangka, mangga, asam jawa.
  • Perbaikan iklim mikro dan kesuburan tanah.

 Inovasi Ketahanan Air

  • YDP memelopori model waduk bawah tanah (cubang).
  • Ketersediaan air sepanjang tahun untuk pertanian dan rumah tangga.

 Pemberdayaan Sosial Ekonomi

  • Penguatan koperasi dan UKM.
  • Skema Kredit Mikro dan Usaha Bersama (UB).
  • Integrasi ekowisata berbasis masyarakat.

 Pengakuan dan Replikasi

  • Model Nusa Penida diperluas ke Jawa Timur, Flores, dan Timor Barat.
  • Penghargaan Energy Globe (2016 & 2022) untuk kehutanan dan sistem air bersih.


4. Warisan Visual dan Kisah Kemanusiaan

Video arsip YDP (misalnya, 'Selamat Datang di Daya Pertiwi Bagian 2, 3, Meningkatkan Ekonomi di Nusa Penida dan Karangasem') mendokumentasikan kisah nyata: https://youtube.com/@dayapertiwi369
Video-video ini mencerminkan filosofi panduan YDP:
“Memberdayakan Masyarakat, Melindungi Alam.”


5. Visi yang Berkelanjutan

Pelajaran dari Nusa Penida membentuk misi YDP saat ini: mengembangkan model ekonomi hijau yang berwawasan iklim dan berbasis masyarakat di seluruh Bali, Jawa Timur, dan Indonesia Timur — mengintegrasikan agroforestri, ketahanan air, dan mata pencaharian berkelanjutan.



PENGHARGAAN


Web Statistic