Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Yayasan Daya Pertiwi (YDP) dalam melanjutkan misinya: memberdayakan masyarakat dan memulihkan alam melalui program lapangan, survei ilmiah, serta kemitraan dengan dunia usaha.
Di tengah tantangan pendanaan global, DPF tetap berkomitmen memperkuat ketahanan iklim berbasis masyarakat dan ekonomi hijau berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia.
Bersama Yamaha Motor Nuansa Indonesia (YMNI), YDP telah melaksanakan program Yamaha Clean Water Supply System di SDN 101846 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Program ini menyediakan akses air bersih berkelanjutan bagi warga serta menghadirkan berbagai kegiatan sosial-edukatif seperti penyuluhan air bersih bagi siswa, pelatihan safety riding, pengecatan sekolah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kolaborasi ini mencerminkan filosofi Yamaha untuk memberikan kembali kepada masyarakat dan pendekatan YDP dalam pengembangan masyarakat berbasis ekosistem.
Pada tahun 2025, YDP melaksanakan survei air dan ekosistem di Desa Purwakerthi, Kabupaten Karangasem — mencakup lima dusun: Br Lebah, Amed, Babakan, Biaslantang Kaler, dan Biaslantang Kelod.
Penduduk menghadapi krisis air minum serius; tandon air yang ada tidak mencukupi dan banyak keluarga terpaksa membeli air mineral, menjadi beban ekonomi yang berat. Saat musim hujan, air menjadi keruh dan tidak layak konsumsi.
Wilayah Amed memiliki potensi besar sebagai desa wisata berkelanjutan, dan proyek penyediaan air minum bersih berbasis ekosistem diharapkan menjadi solusi bagi kesehatan, ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat.
YDP berupaya agar proyek ini dapat diimplementasikan tahun 2026 sebagai model inovasi air bersih berbasis komunitas di kawasan wisata pedesaan.
YDP juga melakukan survei ekosistem dan sosial ekonomi di dua wilayah utama:
Kabupaten Karangasem — daerah kering dengan tingkat kemiskinan tinggi, serupa Nusa Penida tahun 1990-an, namun memiliki potensi ekonomi hijau yang besar.
Kabupaten Tabanan — menghadapi maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian.
Survei ini mengungkap persoalan mendesak: pencemaran plastik, krisis air, kerusakan terumbu karang, degradasi lahan, dan hilangnya kearifan lokal akibat pertumbuhan pariwisata yang tidak berbasis ekosistem.
YDP menegaskan perlunya transformasi pembangunan Bali menuju ekonomi hijau dan pariwisata yang berketahanan iklim serta berpihak pada masyarakat lokal.
Sebagai tindak lanjut, YDP tengah menyiapkan Proyek Ketahanan Iklim dan Ekonomi Hijau Berbasis Masyarakat yang akan dijalankan di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Tabanan.
Tujuan utamanya:
YDP membuka peluang kolaborasi bagi donor, investor sosial, dan mitra strategis untuk bersama menciptakan dampak jangka panjang bagi manusia dan alam — melalui sinergi ilmu pengetahuan, partisipasi masyarakat, dan pembiayaan hijau.