Welcome to Daya Pertiwi Foundation, we are developing of people's economy and the environment preservation since 1977
Articles
Life Philosophies
Sent: 01 October 2012

Nature is the storage of anything given by God. Be a worshipper of God and don’t be a beggar who begs particularly on Him. In the right time, God will give you many worth mercies. He knows everything and acts in the right time, place, and situation.

Alam adalah gudang serba ada yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadilah pemuja Tuhan dan jangan menjadi pengemis yang meminta-minta secara khusus kepada Tuhan. Jika tiba waktu yang tepat, Tuhan akan memberimu banyak anugerah yang berharga. Tuhan mengetahui segala sesuatu dan melakukan tindakan yang sesuai waktu, tempat, dan situasi yang tepat.

If human being realizes the truth that unifies him, where is the chance to see to the diversity? God is only one even though the existence of Him appears in many different things.  

Jika manusia menyadari akan kebenaran yang mempersatukannya, maka dimanakah peluang untuk melihat ke aneka-ragaman? Demikian pula, Tuhan itu satu, walaupun Ia tampak bagimu dalam wujud² yang berbeda.

The conflict will only happen when there is difference. Throw it away and live with the comprehension of integration.

Perselisihan hanya akan terjadi kalau ada perbedaan. Buanglah perbedaan² ini dan hiduplah dengan pengahayatan kemanunggalan.

It is a mistake if you see the differences among religions. The differences are located in our mind.

Kelirulah jika engkau melihat perbedaan² diantara berbagai suku dan agama. Aneka perbedaan itu terletak dalam pikiran kita.
    
Leader or teacher is a leader or a teacher for him/herself. Leader or teacher is a person who has practiced previously before teaching his students. It is because if he/she wants to teach good principles, he has to do it firstly to him/herself, then someone else. A leader and a teacher are good examples.

Pemimpin atau guru adalah memimpin atau guru bagi dirinya sendiri. Pemimpin atau guru adalah orang yang mempraktekkan lebih dahulu, baru kemudian mengajarkan kepada para pengikutnya atau murid²nya. Sebab jika pemimpin atau guru ingin mengajarkan prinsip² yang baik, maka terlebih dahulu ia harus melaksanakan pada dirinya sendiri, baru kepada orang² lain. Pemimpin dan guru adalah tauladan.

---oOo---

 

It doesn’t need to be worry about our future. Do your best what you have to do. It will direct you to a brighter future. Manage everything as well as possible so that the future will manage itself. Human being often regrets the past and afraid of the future. Human that forgets this day and something happened is human who neither live in the past, in the future, nor at present.  

 

Tidak perlu mencemaskan apa yang akan terjadi pada kita dimasa yang akan datang. Lakukan sebaik mungkin apa yang seharusnya kaulakukan saat ini. Ini akan membuatmu menuju masa depan yang lebih cerah. Masa depan tidak dapat sepenuhnya dipastikan, hal itu tidak sepenuhnya berada ditangan kita, ada factor eksternal berdasarkan waktu, tempat dan keadaan yang akan mempengaruhinya. Masa kini (present) bukanlah hal yang biasa, melainkan ada dimana-mana (omnipresent). Uruslah masa kini sebaik-baiknya, maka masa depan akan mengurus dirinya sendiri. Manusia seringkali menyesali masa lalu dan takut akan masa depan, manusia melupakan hari ini dan yang terjadi adalah manusia tidak hidup dimasa lampau dan masa depan, tetapi juga tidak hidup disaat ini.

 

God creates everything from Himself. It is the universality of nature and human. Microcosm and macrocosm are different only in quantity, while the quality is same. For example: The water of sea is salty. Go to the sea and take a glass of it. The water in the sea and in your glass are different only in the quantity, the taste is same. You have to follow the quality, not the quantity. A spoon of cow’s milk is better than barrels of soybean’s milk.   

 

Tuhan menciptakan semuanya berasal dari diriNYA. Inilah sifat universalitas alam dan diri manusia. Mikrokosmos dan makrokosmos hanya berbeda dalam kuantitasnya, kualitasnya sama. Sebuah contoh kecil; Air laut itu asin rasanya. Pergilah kelaut dan ambilah segelas air laut. Air dilaut dan digelasmu hanya berbeda kuantitasnya, tetapi rasanya sama. Engkau harus mengikuti kualitas ini, bukan kuantitas. Sesendok susu sapi lebih baik daripada ber-tong² susu kedelai.


Human’s belief is based on his likes or dislikes.

Kepercayaan manusia dilandaskan atas rasa suka dan tidak sukanya.

Big thinking has a great power to motivate us to do a big job. The thought will not result without accompanied by effort. When we see a glass of milk, can we deny that there is cheese in it because we don’t see it? To obtain cheese, the milk must be changed into yoghurt then shaken. Many people are not able to have perception on awareness principle because of two ‘defects’: (1) He ignores his a great many mistakes and (2) he exaggerates small mistakes of others.

 

Pikiran besar memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan kita dalam melakukan pekerjaan besar. Pikiran itu saja tidak akan membuahkan hasil tanpa disertai aktivitas untuk mewujudkannya. Bila kita melihat segelas susu, dapatkah kita mengingkari bahwa mentega itu adalah ada, hanya karena kita tidak melihatnya dengan mata? Untuk memperoleh mentega, susu ini harus diubah menjadi yoghurt dan kemudian dikocok. Banyak orang yang tidak mampu mempersepsi prinsip kesadaran karena dua ‘cacat’: (1) Ia mengabaikan kesalahannya yang banyak sekali, dan (2) Ia membesar-besarkan kesalahan kecil pada orang lain.

 

Anger is your own enemy, peacefulness is the shield, affection is the real relative. In fact, happiness is a heaven and misery is a hell.  

 

Amarah adalah musuhmu sendiri, kedamaian adalah tameng pelindung, welas asih adalah kerabat sejati. Sebenarnya kebahagiaan adalah surga dan kesengsaraan adalah neraka.
When we revenge someone’s bad behavior to us, think it over is there any benefit to do it. If there is no benefit, the respond or revenge will lose our energy and mental. In this case, honor them who insult and hurt your heart. Don’t reply insult with insult. If we act as same as the enemy, how can we be more honored? When we say that someone behave impropriate, will we become right by revenging?

 

Bilamana kita membalas perlakuan orang yang tidak baik terhadap kita. Pikirkanlah dulu apakah memang ada manfaatnya melakukan pembalasan. Bilamana tidak ada maka pembalasan akan mengakibatkan kerugian energi dan mental. Dalam hal ini maka hormati mereka yang menghina atau menyakiti hatimu. Jangan membalas penghinaan dengan penghinaan. Jika kita bertingkah laku sama dengan musuh, bagaimana kita bisa menjadi lebih terhormat ? Sementara kita berkata bahwa orang lain berkelakuan tidak benar, apakah kita akan menjadi benar dengan melakukan pembalasan?

---oOo---

 

Many things prove the existence of ‘cause’ and ‘effect’. The effect of all behaviors will cause reaction. The reaction might be not directly, but sooner or later it will happen.

 

Banyak hal yang membuktikan suatu ‘akibat’ ada karena ‘sebab’.  Akibat semua perbuatan akan menimbulkan reaksi. Mungkin reaksinya tidak langsung, tetapi cepat atau lambat pasti akan timbul.

We have to reach peacefulness in three levels, they are: physic, mental, and spiritual. There is no peacefulness outside the world, we meet only pieces. Factually, peacefulness is in us. Try to figure it out.

 

Kita harus mencapai kedamaian pada tiga tingkatan, yaitu phisik, mental dan spiritual. Didunia luar tidak ada kedamaian, kita hanya menjumpai serpihan. Sesungguhnya kedamaian itu berada dalam diri kita. Berusalah mengungkapkan kedamaian dalam diri kita.

---oOo---


Previous Page Index Articles